Kamis, 13 Oktober 2016

Jenis Jenis Tanah



Berikut jenis-jenis tanah beserta penjelasannya:
Tanah Organosol atau Tanah Gambut – Tanah jenis ini berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa, mempunyai ciri warna cokelat hingga kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat sampai dengan agak lekat, dan kandungan unsur hara rendah. Tanah ini terbentuk karena adanya proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuhan rawa. Banyak terdapat di rawa sumatra, Kalimantan dan Papua, kurang baik untuk pertanian maupun perkebunan karena derajat keasaman tinggi.
Tanah Aluvial – Jenis tanah ini masih muda,belum mengalami perkembangan. Bahannya berasal dari material halus yang diendapkan oleh aliran sungai. Oleh karena itu, tanah jenis ini banyak terdapat didaerah datar sepanjang aliran sungai.
Tanah Regosol – Tanah ini merupakan endapan abu vulkanik baru yang memiliki butir kasar. Penyebaran terutama pada daerah lereng gunung api. Tanah ini banyak terdapat didaerah Sumatra bagian timur dan barat, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
Tanah Litosol – Tanah litosol merupakan jenis tanah berbatu-batu dengan lapisan yang tidak begitu tebal. Bahannya berasal dari jenis batuan beku yang belum mengalami proses pelapukan secara sempurna. Jenis tanah ini banyak ditemukan dilereng gunung dan pegunungan di seluruh Indonesia.
Tanah Latosol – Tanah latosol tersebar didaerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300-1.000 meter. Tanah ini terbentuk dari batuan gunung api kemudian mengalami proses pelapukan lanjut.
Tanah Grumusol – Tanah grumusol berasal dari batu kapur, batuan lempung, tersebar didaerah iklim subhumid atau subarid dan curah hujan kurang 2.500 mm/tahun.
Tanah Podsolik – Tanah podsolik ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tersebar didaerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih 2.500 mm/tahun. Tekstur lempung hingga berpasir, kesuburan rendah hingga sedang, warnah merah dan kering.
Tanah Podsol – Tanah podsol ini berasal dari batuan induk pasir. Penyebaran didaerah ber iklim basah, topografi pegunungan, misalnya didaerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara dan Papua Barat. Kesuburan tanah rendah.
Tanah Andosol – Tanah jenis ini berasal dari bahan induk abu vulkan. Penyebaran didaerah beriklim sedang dengan curah hujan diatas 2.500 mm/tahun tanpa bulan kering. Umumnya dijumpai didaerah lereng atas kerucut vulkan pada ketinggian diatas 800 meter. Warna tanah jenis ini umumnya cokelat, abu-abu hingga hitam.

Tanah Mediteran Merah Kuning – Tanah jenis ini berasal dari batuan kapur keras (limestone). Penyebaran didaerah beriklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian dibawah 400 m. Warna tanah cokelat hingga merah. Khusus tanah mediteran merah kuning didaerah topografi karst disebut “Terra Rossa”
Hidromorf Kelabu – Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal yaitu topografi yang berupa dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air dan warna kelabu hingga kekuningan.

KLASIFIKASI TANAH MENURUT USCS

Sistem ini paling banyak digunakan pada hasil percobaan di laboratorium. USCS (Unified Soil Classification System) dikembangkan oleh Casagrandre selama perang dunia ke 2. Nah pada tahun 1969 sistem ini diadopsi oleh ASTM sebagai metode klasifikasi tanah (ASTM D 2487). 

Kelompok Tanah
USCS mengelompokkan tanah ke dalam dua kelompok, yaitu :
1.    Berbutir Kasar (lebih dari 50% tertahan pada saringan no. 200)
Tanah berbutir kasar dibagi menjadi kerikil dan pasir. Tanah berbutir kasar dibagi menjadi kerikir (G=Gravel) dan pasir (S=Sand). Setiap grup dari bagian ini dibagi kembali menjadi empat golongan yaitu W (Well Graded), P (Poorly Graded), C (Clay), dan M (Silt, untuk membedakan terhadap Sand maka digunakan notasi M) Jadi penamaan untuk golongan tanah berbutir kasar adalah sebagai berikut :
Huruf pertama :                                             Huruf Kedua :
G - Kerikil                                                     W - gradasi baik
S - Pasir                                                          P  - gradasi tidak baik
M – kelanauan
C - kelempungan

2.    Berbutir Halus (kurang dari 50% tertahan pada saringan No. 200)
Dibagi menjadi : 
M (Silt), C (Clay), O (Organic), Pt (Peat). Untuk golongan M, C, O dibagi lagi menjadi beberapa golongan berdasarkan batas cairnya :
·         Batas cair <50%, L (Low plasticity)
·         Batas cair >50%, H (High plasticity)
Secara umum penamaan golongan berbutir halus adalah sebagai berikut :

Huruf pertama :                                             Huruf kedua :
O - organik                                                    H - plastisitas tinggi
C - Lempung                                                 L - plastisitas rendah
M - Lanau

Untuk lebih lanjut mengenai klasifikasi USCS dapat dilihat dari gambar berikut :
Gambar Klasifikasi USCS (sumber: VDOT)

Prosedur Klasifikasi Tanah USCS

Nah untuk prosedur klasifikasi menurut USCS sangatlah mudah. Kita hanya mengikuti langkah berikut :
Grafik hubungan PI dan LL (sumber : google)
  1. Tentukan jika tanah bergradasi kasar atau halus. Jika lebih dari 50% lolos saringan No. 200 maka itu adalah gradasi halus, jika tidak maka sebaliknya
  2. Untuk gradasi halus, plot LL dan PI pada grafik.
  3. Untuk gradasi kasar, tentukan apakah tanah berjenis pasir atau kerikil. Untuk yang tertahan di no. 200 menunjuk pada fraksi gradasi kasar. Jika lebih 50% dari fraksi kasar lolos saringan no. 4 maka tanah adalah pasir. Jika kebalikannya adalah kerikil.
  4. Untuk pasir, tentukan apakah pasir bersih atau kotor atau dua-duanya. Jika kurang dari 5% tanah lolos no. 200 itu adalah pasir bersih. Jika lebih dari 12% lolos saringan no. 200 itu adalah pasir kotor. Jika 5-12% lolos no. 200 itu adalah dual klasifikasi. Untuk pasir bersih, klasifikasi lagi apakah gradasi baik atau buruk. Hitung koefisien keseragamannya (cu) dan koefisien kurva (cc) :



      dimana D10, D30 dan D60 adalah ukuran butir yang merujuk pada 10%,30% dan 60% lolos. Jika cu>6 dan 1<cc<3 maka tanah adalah pasir gradasi baik (SW).

Untuk pasir kotor, tunjukkan apakah silty san atau clavey sand. Plot batas LL dan PI pada grafik. Jika titik di atas A-line, maka itu adalah clavey sand (SC). Jika sebaliknya maka silty sand (SM)

Untuk dual klasifikasi, gunakan prosedur dari pasir bersih dan pasir kotor untuk merujuk 4 huruf dual klasifikasi

     5. Untuk kerikil, jelaskan apakah kerikil bersih, kotor atau keduanya. Jika kurang dari 5% tanah lolos no. 200, itu adalah bersih. Jika lebih dari 12% lolos no. 200 itu adalah kerikil kotor. Jika 5-12% maka dual klasifikasi

Prosedur klasifikasi dapat dilihat pada gambar berikut :

Grafik USCS (sumber : soil mechanic lab manual)

Contoh Klasifikasi

Saringan                  Persen Lolos
4                                 98
10                               90
40                               76
200                             34
Liquid Limit              38
Plastic Limit              26

Penyelesaian :
1. Lolos saringan 200 dibawah 50%, maka gradasi kasar
2. Lebih dari 50% lolos saringan no. 4, maka merupakan kerikil
3. Lebih dari 50% lolos no. 200. Hitung PI>0.73(LL-20)%
    PI = LL-PI = 38 - 26 =  12
    PI = 12<0.73(LL-20) = 0.73(38-20) = 13.14

Maka tanah termasuk klasifikasi SM (silty sand)

Contoh 2.
Saringan                  Persen Lolos
4                                 100
10                               98
40                               86
200                             58
Liquid Limit              49
Plastic Limit              28

Penyelesaian :
1. Lolos saringan no. 200 >50%, maka gradasi halus
2. LL dibawah 50% yaitu 49 maka antara CL atau ML. Cek  PI = 12<0.73(LL-20)
3. PI = LL - PI = 49 - 28 = 21
    PI = 21<0.73(LL-20) = 0.73(49-20) = 21.17
    Karena PI = 21 < dari 21.17 maka grup adalah ML